Detail Hasil Penelitian

Cover

Judul

KAJIAN PENANGANAN BANJIR DI KOTA BALIKPAPAN TAHUN ANGGARAN 2019

Kategori

Sosial dan Pemerintahan

Instansi/OPD

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian Dan Pengembangan

Eksekutif Summary

Kajian Penanganan Banjir di Kota Balikpapan dengan wilayah studi tiga DAS di Balikpapan yaitu DAS Ampal, DAS Sepinggan dan DAS Klandasan Kecil dapat terselesaikan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis besaran banjir dan merumuskan rekomendasi penanganannya. Kajian ini dilakukan pada DAS Ampal, DAS Sepinggan dan DAS Klandasan Kecil yang merupakan fokus wilayah penanganan banjir di Kota Balikpapan. Penyusunan kajian ini diharapkan dapat membantu Pemerintah untuk menentukan kebijakan pengelolaan kawasan rawan banjir dan merumuskan bagaimana penanganan yang tepat untuk Kota Balikpapan. Kota Balikpapan merupakan salah satu kota besar di kawasan timur Indonesia dan berpotensi sebagai simpul transportasi laut nasional, simpul transportasi udara nasional, kawasan andalan dan kawasan pengembangan ekonomi terpadu (RTRW Kota Balikpapan, 2012-2032). Kondisi strategis tersebut menjadikan Kota Balikpapan terus berkembang dengan pesat di berbagai sektor. Perkembangan yang pesat menimbulkan masalah kemampuan penyediaan prasarana dan sarana perkotaan Dengan adanya perkembangan kota yang pesat, pembukaan lahan untuk pemukiman mengakibatkan semakin berkurangnya kawasan resapan air sehingga meningkatkan limpasan air hujan dan bertambahnya sedimen pada saluran. Dalam penanganannya, selama ini Pemerintah Kota Balikpapan berpedoman pada master plan drainase Kota Balikpapan. Pemerintah Kota Balikpapan telah berupaya menyusun perencanaan pengendalian banjir pada sistem drainase dimaksud dengan mengacu pada master plan drainase, namun salah satu permasalahan dan kendala yang dihadapi adalah permasalahan sosial dan pembebasan lahan. Oleh karena itu diperlukan kajian secara teknis sebagai bentuk upaya pengendalian banjir yang belum tertuang dalam master plan drainase Kota Balikpapan. Sehubungan dengan hal itu guna mewujudkan sebuah rekomendasi sesuai kondisi faktual di lapangan, maka pengkajian untuk masing-masing sistem drainase difokuskan pada titik banjir yang diperlukan kajian lebih mendalam diluar skenario yang tertuang dalam master plan drainase yang telah disusun. 

Tindak Lanjut